SERANG, AkalinNews.com -- Di tengah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Banten yang dilaporkan telah menembus lebih dari 4.000 kasus, Assa’adah Global Islamic School (AGIS) disebut tetap memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka seperti biasa.
Berdasarkan informasi yang diterima, peserta didik AGIS dijadwalkan tetap masuk sekolah pada Kamis, 10 September 2026. Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena berlangsung ketika pemerintah sedang berupaya menekan dampak meningkatnya gangguan pernapasan di masyarakat.
Peningkatan kasus ISPA juga dikaitkan dengan memburuknya kualitas udara di tengah aktivitas atau erupsi Gunung Anak Krakatau. Anak-anak termasuk kelompok yang perlu memperoleh perlindungan lebih karena relatif rentan mengalami gangguan pernapasan.
Tetap berlangsungnya pembelajaran tatap muka di AGIS dinilai seakan-akan kontradiktif dengan upaya pemerintah dalam menanggulangi peningkatan kasus ISPA dan melindungi kesehatan peserta didik.
Pihak sekolah diharapkan mempertimbangkan kembali kegiatan tatap muka serta memprioritaskan keselamatan siswa, guru, dan seluruh tenaga kependidikan. Orang tua juga membutuhkan penjelasan terbuka mengenai langkah perlindungan kesehatan yang diterapkan selama kegiatan belajar berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Assa’adah Global Islamic School belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka di tengah tingginya kasus ISPA. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak sekolah.
