SERANG, AkalinNews.com -- Beda dari yang dibayangkan. Tidak ada bentakan, tidak ada sikap arogan. Yang ada hanya senyum, sapa, dan salam tulus.
Memasuki hari ke-9 Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang hadir di Jalan Raya Serang-Jakarta, Simpang Sentul, Kragilan, Selasa (3/11/2026) pukul 13.00 WIB, dengan cara yang paling humanis.
Di bawah terik matahari, personel Polres Serang berdiri tegap namun ramah. Mereka tidak berburu pelanggar, mereka merangkul pengendara. Pendekatan preemtif dan preventif dikedepankan, penegakan hukum dilakukan dengan hati.
Kasetopsres Ops Patuh Maung 2026, AKP Muhammad Hafizh, S.T., S.H., M.A., CPHR., memberikan arahan tegas namun penuh makna:
"Kedepankan 3S, Senyum, Sapa, Salam. Hindari arogansi. Jaga nama baik Polri. Ingat, kita hadir untuk menyelamatkan nyawa, bukan sekadar menindak," ujarnya.
Pemandangan menyentuh terlihat. Seorang pengendara motor yang lupa helm, tidak langsung ditilang, tapi diedukasi dengan santun tentang betapa berharganya nyawa. Seorang sopir yang lupa sabuk pengaman, diingatkan dengan bahasa yang bersahabat bahwa keluarganya menunggu di rumah.
Teguran diberikan, tapi dengan empati. Pemeriksaan dilakukan, tapi dengan penghormatan.
Memang, di hari ke-9 ini masih ditemukan pengendara yang belum lengkap. Namun justru di situlah pentingnya operasi ini, membangun kesadaran bahwa helm SNI, sabuk pengaman, dan surat lengkap bukan untuk petugas, tapi untuk keselamatan diri sendiri.
Operasi Patuh Maung 2026 adalah gerakan nasional untuk mewujudkan jalan raya yang aman, selamat, tertib, dan lancar. Dan Polres Serang membuktikan, ketertiban bisa dibangun tanpa harus menakuti.
Kegiatan berakhir pukul 15.00 WIB dengan situasi aman, tertib, dan penuh kehangatan.
Karena bagi Polres Serang, di setiap imbauan ada doa: Semoga semua selamat sampai tujuan.
Tertib Berlalu Lintas, Cermin Budaya Bangsa. Utamakan Keselamatan, Bukan Kecepatan.
