Green Policing Polsek Petir Gelar Jum'at Bersih Wujudkan Polres Serang SAKTI

Green Policing Polsek Petir Gelar Jum'at Bersih Wujudkan Polres Serang SAKTI

Redaksi


SERANG, AkalinNews.com -- Jumat pagi itu, Jalan Ciruas - Tunjung Teja di Kp. Wadas Bojong, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, terlihat berbeda. Biasanya jalan itu dipenuhi debu dan sampah berserakan. Hari ini, jalan itu dipenuhi sosok-sosok berseragam yang membawa sapu, cangkul, dan karung sampah.


Mereka bukan petugas kebersihan. Mereka adalah polisi.


Dalam rangka mendukung program prioritas Kapolri di bidang pelestarian lingkungan, Polsek Petir, Polres Serang, melaksanakan kegiatan Green Policing dengan membersihkan sampah di Jalan Ciruas - Tunjung Teja, Kp. Wadas Bojong, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Jumat (6/11/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Petir AKP Priyanto, S.H. dan dihadiri Camat Petir, Babinsa, Kepala Desa Sindangsari, serta sejumlah personel Polsek Petir.


Di lokasi, tidak ada jarak antara Kapolsek, Camat, Babinsa, Kades, dan anggota. Semua memegang sapu, semua memungut sampah, semua berkeringat bersama. Pejabat ikut kotor tangannya, demi kampung yang bersih.


Inilah wujud nyata POLRES SERANG SAKTI. Polisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga bumi, menjaga jalan, menjaga kehidupan.


POLRES SERANG SAKTI: Sinergitas, Adaptif, Kolaboratif, Tanggap, Komunikatif.


Kapolsek Petir AKP Priyanto, S.H. mengatakan, kegiatan Green Policing merupakan salah satu bentuk dukungan Polres Serang terhadap program prioritas Kapolri, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.


Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan. Bersama-sama peduli terhadap lingkungan, ujar Kapolsek Petir AKP Priyanto, S.H.


Kalimat itu bukan sekadar himbauan. Kalimat itu dibuktikan dengan aksi. Kapolsek ikut memungut sampah plastik, ikut menyapu jalan, ikut mengangkat karung sampah yang penuh. Karena bagi Polsek Petir, memberi contoh lebih kuat daripada memberi perintah.


Menurut Kapolsek Petir AKP Priyanto, S.H., Green Policing tidak hanya berorientasi pada perlindungan alam, tetapi juga berkaitan dengan upaya memelihara kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas lingkungan hingga masyarakat.


Jalan yang bersih membuat warga nyaman berjalan. Selokan yang bersih membuat air mengalir lancar, tidak banjir. Lingkungan yang bersih membuat anak-anak sehat, tidak gampang sakit. Itulah hubungan antara alam dan kehidupan sosial. Lingkungan sehat, masyarakat pun sehat.


Ia menambahkan, keberhasilan program Green Policing harus diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan. Di antaranya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mendorong kepatuhan terhadap aturan hukum di bidang lingkungan hidup.


Jangan hanya bersih hari ini, lalu kotor lagi besok. Green Policing harus terus jalan, harus berkelanjutan, harus menjadi budaya. Jangan membakar sampah sembarangan, jangan membuang sampah ke selokan, jangan merusak alam, tegas Kapolsek Petir AKP Priyanto, S.H.


POLRES SERANG SAKTI dalam Green Policing Polsek Petir, dengan cara yang humanis:


SINERGITAS: Polisi, Camat, Babinsa, Kades, Warga Bersatu

Polsek Petir bersinergi dengan Camat Petir, Babinsa, Kepala Desa Sindangsari, dan masyarakat. Semua bergerak bersama. Tidak ada yang jalan sendiri. Ketika polisi, TNI, pemerintah, dan warga bersatu, jalan yang kotor bisa menjadi bersih dalam sekejap.


ADAPTIF: Polisi Hadir Sesuai Kebutuhan Lingkungan

Polres Serang SAKTI itu Adaptif. Saat warga butuh keamanan, polisi hadir dengan patroli. Saat lingkungan butuh dibersihkan, polisi hadir dengan sapu dan karung sampah. Polisi beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan masyarakat dan lingkungannya.


KOLABORATIF: Bersih Adalah Hasil Kolaborasi

Jalan Ciruas - Tunjung Teja tidak bisa bersih hanya oleh polisi. Butuh kolaborasi. Polsek, Kecamatan, Babinsa, Desa, dan warga saling membantu. Ada yang menyapu, ada yang memungut, ada yang mengangkut. Inilah Kolaboratif ala Polres Serang SAKTI.


TANGGAP: Cepat Merespons Sampah yang Menumpuk

Polres Serang SAKTI itu Tanggap. Tidak menunggu sampah menumpuk menjadi gunung, tidak menunggu warga mengeluh, tidak menunggu banjir datang. Begitu melihat lingkungan kotor, Polsek Petir langsung bergerak membersihkan.


KOMUNIKATIF: Polisi Mengajak Warga dengan Keteladanan

Polres Serang SAKTI itu Komunikatif. Polisi tidak hanya menyuruh warga untuk bersih, tapi memberi contoh dengan ikut bersih-bersih. Komunikatif berarti polisi mudah diajak bicara, mudah dihubungi, dan peduli dengan keluhan warga tentang lingkungan. Butuh polisi? Hubungi Call Center 110, gratis 24 jam.


Selama kegiatan berlangsung, warga sekitar ikut menyaksikan, bahkan ada yang ikut membantu. Ada ibu-ibu yang keluar rumah membawa sapu, ada anak-anak yang ikut memungut sampah plastik. Suasana menjadi gotong royong, suasana menjadi kekeluargaan.


Jalan yang tadinya kotor, kini bersih. Selokan yang tadinya tersumbat, kini mengalir. Wajah warga yang tadinya mengeluh, kini tersenyum.


Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K.,M.Si. melalui Kapolsek Petir AKP Priyanto, S.H. menegaskan, Polres Serang SAKTI hadir untuk masyarakat, bukan hanya saat aman, tapi juga saat lingkungan kotor, bukan hanya dengan patroli, tapi juga dengan sapu.


Green Policing di Kp. Wadas Bojong ini bukan sekadar bersih-bersih. Ini adalah bukti bahwa Polres Serang SAKTI mencintai alam, mencintai kampung, dan mencintai masyarakat.


POLRES SERANG SAKTI: Sinergitas, Adaptif, Kolaboratif, Tanggap, Komunikatif.