Di Masjid Al-Arif, Polisi Tidak Menggugah, Tapi Merangkul, Jumling Polsek Petir Rajut Kerukunan Warga Mekar Baru

Di Masjid Al-Arif, Polisi Tidak Menggugah, Tapi Merangkul, Jumling Polsek Petir Rajut Kerukunan Warga Mekar Baru

Redaksi


SERANG, AkalinNews.com -- Jumat siang itu, Masjid Al-Arif terasa berbeda. Bukan hanya karena jamaahnya yang penuh, tapi karena ada kehangatan yang tidak biasa. Di antara barisan jamaah, ada sosok polisi yang duduk bersila, sejajar, tanpa sekat, tanpa jarak.


Pada Jumat, 6 November 2026, pukul 11.45 WIB sampai selesai, Polsek Petir melaksanakan Program Quick Wins Kapolri Jumat Keliling (Jumling) dalam rangka Commander Wish Kapolda Banten, bertempat di Masjid Al-Arif, Kp. Lembur Jati, Desa Mekar Baru.


Penanggung jawab Kapolsek Petir AKP Priyanto, S.H.


Pelaksana kegiatan:

- AKP Priyanto, S.H. (Kapolsek Petir)

- Aiptu Heri Susanto, S.E.

- Aipda Damanhuri

- Aipda Nuryana


Jumling ini bukan sekadar sholat. Jumling adalah cara polisi mendengarkan. Duduk bersama warga, merasakan denyut kampung, dan menyampaikan pesan damai dari hati ke hati.


Inilah wujud nyata POLRES SERANG SAKTI di tengah masyarakat. Bukan sekadar slogan, tapi gerakan yang hidup di masjid, di kampung, dan di hati warga.


POLRES SERANG SAKTI: Sinergitas, Adaptif, Kolaboratif, Tanggap, Komunikatif.


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.


Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Petir memberikan himbauan tentang pentingnya menjaga toleransi, kerukunan, dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.


Pesan itu disampaikan dengan bahasa yang lembut, dengan hati, bukan dengan nada perintah. Karena bagi Polsek Petir, masjid adalah tempat untuk merangkul, bukan untuk menggurui.


Jaga toleransi, jaga kerukunan, jaga lingkungan kita. Beda pilihan boleh, beda pendapat boleh, tapi jangan sampai beda itu memecah persaudaraan kita. Kampung yang rukun adalah kampung yang kuat, pesan Kapolsek Petir.


Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam. Di tengah perbedaan yang ada di masyarakat, kerukunan adalah modal utama untuk menjaga kampung tetap aman.


Bayangkan suasananya. Usai sholat, tidak ada jamaah yang langsung pulang. Semua bertahan. Warga menyalami Kapolsek satu per satu, bercerita tentang kampungnya, menyampaikan keluhan, dan menyampaikan harapan. Ada bapak-bapak yang bercerita tentang keamanan lingkungannya, ada tokoh agama yang mendoakan polisi agar selalu sehat dalam bertugas, ada ibu-ibu yang menitipkan pesan agar polisi sering-sering datang ke kampungnya.


Semua didengarkan dengan sabar, semua dihargai. Tidak ada yang merasa disepelekan. Tidak ada yang merasa dibedakan. Karena bagi Polsek Petir, semua warga sama berharganya.


Tidak ada jarak. Yang ada hanya kedekatan. Yang ada hanya rasa saling percaya.


POLRES SERANG SAKTI dalam Jumling Polsek Petir, dengan cara yang humanis:


SINERGITAS: Polisi, Ulama, dan Masyarakat Bersatu

Polsek Petir bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat. Ulama merangkul dengan doa dan nasihat, masyarakat menjaga dengan kepedulian, polisi hadir dengan pelayanan. Ketika tiga kekuatan ini bersatu, kampung menjadi kuat, aman, dan damai. Tidak ada yang jalan sendiri, semua saling bergandengan tangan.


ADAPTIF: Polisi Hadir dengan Cara yang Diterima Warga

Polres Serang SAKTI itu Adaptif. Polisi tidak kaku, tidak berjarak, tidak hanya di balik meja kantor. Melalui Jumling, polisi beradaptasi dengan budaya masyarakat. Datang ke masjid, sholat bersama, duduk lesehan, ngobrol dengan warga. Cara inilah yang membuat pesan kamtibmas lebih mudah diterima, karena disampaikan dengan cara yang familiar dan hangat.


KOLABORATIF: Keamanan Tugas Bersama

Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tugas kita bersama. Polsek Petir mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Polisi dan warga kolaborasi, bukan saling menunggu, tapi saling menguatkan. Warga menjadi mata dan telinga polisi, polisi menjadi pelindung warga.


TANGGAP: Tanggap Mendengarkan Aspirasi Warga

Polres Serang SAKTI itu Tanggap. Tanggap mendengarkan keluhan warga, tanggap merespons aspirasi warga, tanggap hadir saat warga membutuhkan. Melalui Jumling, polisi tahu apa yang dirasakan warga, apa yang dikhawatirkan warga, dan apa yang diharapkan warga. Tidak menunggu viral, tidak menunggu laporan bertumpuk.


KOMUNIKATIF: Polisi Mudah Diajak Bicara, Mudah Dihubungi

Polres Serang SAKTI itu Komunikatif. Polisi menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami, dari mimbar ke mimbar, dari hati ke hati. Polisi mudah diajak bicara, mudah dihubungi, dan tidak menakutkan. Butuh polisi? Hubungi Call Center 110, gratis 24 jam.


Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K.,M.Si. melalui Kapolsek Petir AKP Priyanto, S.H. menegaskan, Polres Serang SAKTI hadir untuk masyarakat, bukan hanya saat aman, tapi juga saat susah, bukan hanya di kantor, tapi juga di masjid, di kampung, di tengah warga.


Polisi yang humanis adalah polisi yang mau duduk bersama, mau mendengarkan, dan mau merangkul, ujar Kapolsek Petir.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Saat rombongan Polsek Petir berpamitan, warga masih melambaikan tangan, masih mengucapkan terima kasih, masih berharap polisi kembali lagi Jumat depan. Ada jamaah yang berkata, kalau polisi sering datang seperti ini, kampung kami terasa lebih aman, lebih tenang, lebih rukun.


Jumling di Masjid Al-Arif ini bukan sekadar sholat. Ini adalah bukti bahwa Polres Serang SAKTI hidup di tengah masyarakat. Polisi hadir, ulama merangkul, masyarakat tenang.


Di Masjid Al-Arif, polisi tidak menggugah, tapi merangkul.


POLRES SERANG SAKTI: Sinergitas, Adaptif, Kolaboratif, Tanggap, Komunikatif.


Mari Kita Wujudkan Polres Serang SAKTI: Sinergitas, Adaptif, Kolaboratif, Tanggap, Komunikatif.