Polda Banten Kirim Data Antemortem, Bantu Ungkap Identitas Jenazah Di Pulau Enggano Terkait KM Arupadhatu 1

Polda Banten Kirim Data Antemortem, Bantu Ungkap Identitas Jenazah Di Pulau Enggano Terkait KM Arupadhatu 1

Redaksi


SERANG, AkalinNews.com -- Wujud sinergitas dan kepedulian antar Polda, Polda Banten melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Banten bergerak cepat membantu Polda Bengkulu dalam upaya identifikasi jenazah yang ditemukan di wilayah pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.


Jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban dari insiden kapal KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu dan menjadi perhatian nasional.


Langkah cepat yang dilakukan Polda Banten adalah dengan menyiapkan dan mengirimkan data antemortem dari pihak keluarga korban yang berdomisili di wilayah Banten sebagai data pembanding utama.


Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan, dalam standar operasional prosedur DVI Interpol, ada tiga data primer antemortem yang menjadi kunci identifikasi.


Data primer yang kami kumpulkan dari keluarga korban meliputi data sidik jari, data odontologi atau data gigi, dan data DNA. Ketiga data ini yang akan dicocokkan dengan data postmortem yang ada pada jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, jelas Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea di Mapolda Banten, Selasa (15/09/2026).


Ia menegaskan, Polda Banten berperan sebagai pendukung dengan menyediakan data antemortem yang valid dan akurat.


Tim DVI Biddokkes Polda Banten tugasnya membantu menyiapkan data antemortem dari keluarga korban. Selanjutnya, data tersebut kami kirimkan ke Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu untuk dilakukan proses pencocokan dan pemeriksaan mendalam, tegasnya.


Sementara itu, untuk proses pemeriksaan, identifikasi, dan penentuan identitas jenazah sepenuhnya merupakan kewenangan dari Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu sebagai TKP ditemukannya jenazah.


Proses identifikasi final ada di rekan-rekan DVI Polda Bengkulu. Kami di Polda Banten hanya mensupport data agar prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan akurat, ujarnya.


Dengan adanya dukungan data antemortem ini, Polda Banten berharap proses identifikasi dapat segera membuahkan hasil dan memberikan kepastian hukum serta kepastian kepada keluarga korban yang selama ini menunggu kabar.


Polda Banten turut berduka cita dan berkomitmen penuh membantu. Semoga dengan data yang kami kirimkan, identitas jenazah di Pulau Enggano segera terungkap dan keluarga mendapatkan kepastian, pungkas Kabid Humas.