Commander Wish Kapolda Banten Terealisasi, Polresta Tangerang Dukung Vokasi Industri Gyokai

Commander Wish Kapolda Banten Terealisasi, Polresta Tangerang Dukung Vokasi Industri Gyokai

Redaksi


TANGERANG, AkalinNews.com -- Komitmen Polda Banten dalam menekan angka pengangguran terus diperkuat. Melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan pendidikan vokasi industri, Polda Banten resmi menggandeng PT Gyokai Indonesia Kompeten. Polresta Tangerang menyatakan siap mendukung penuh program tersebut.


Dukungan itu ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dengan PT Gyokai Indonesia Kompeten yang digelar di Gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).


Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan, persoalan pengangguran bukan hanya persoalan ekonomi, namun juga berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Berdasarkan data, angka pengangguran di Banten saat ini mencapai 6,7 persen atau sekitar 650.000 orang.


"Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas. Kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara untuk mengatasi persoalan tersebut," tegas Kapolda Banten Irjen Pol Hengki.


Program Poliran yang telah berjalan dua tahun ini difokuskan untuk memberikan keterampilan bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Kini program tersebut diperkuat dengan pendidikan vokasi industri bersama PT Gyokai Indonesia Kompeten yang mengusung konsep 30-40 persen teori di kelas dan 60 persen praktik langsung di industri.


Menariknya, peserta tidak hanya mendapat pengalaman kerja sebelum lulus, namun juga mendapatkan penghasilan. Saat magang satu tahun, peserta mendapat upah 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja penuh akan menerima upah sesuai UMK/UMP.


Saat ini PT Gyokai Indonesia Kompeten telah bermitra dengan sekitar 200 perusahaan sebagai tempat magang dan penempatan kerja.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan Polresta Tangerang siap menjadi garda terdepan mendukung program tersebut, mengingat Kabupaten Tangerang merupakan kawasan industri terbesar di Banten.


"Kami memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, produktif, dan memiliki peluang ekonomi. Industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan SDM," ujar Kombes Pol Indra Waspada.


Ia menambahkan akan menggerakkan seluruh jajaran Polsek untuk berkolaborasi dengan Pemda, sekolah, tokoh masyarakat dan dunia usaha guna mendukung pemberdayaan masyarakat.


"Semangatnya adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, kepolisian, dunia pendidikan dan dunia industri bergerak bersama, semakin banyak masyarakat usia produktif yang mendapatkan akses pelatihan dan pekerjaan," tuturnya.


Sementara itu CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan pihaknya membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat usia produktif.


"Nanti dilatih sama kita dan ditempatkan di perusahaan yang cocok. Tidak ada syarat khusus. Selama usianya masih produktif, silakan datang saja. Nanti kita carikan penempatannya yang sesuai spesifikasi perusahaan," kata Teguh.


Untuk proses seleksi meliputi pendaftaran, pengecekan fisik, rangkaian tes hingga wawancara, sebelum akhirnya ditempatkan di perusahaan yang sesuai kompetensinya.