Soal Ketua BEM UGM Ngaku Diteror, Ini Kata Mensesneg

Soal Ketua BEM UGM Ngaku Diteror, Ini Kata Mensesneg

Redaksi



JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi merespons soal isu teror yang menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. 

Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto itu tidak menampik bahwa ia lebih menyoroti bagaimana cara Ketua BEM UGM menyampaikan kritik alih-alih mengecam tindakan terornya

Sebagai lulusan UGM, Prasetyo juga mengingatkan pesannya itu bukan hanya tertuju untuk Tiyo tapi juga berlaku secara umum. 

Menurutnya, masyarakat perlu memegang prinsip-prinsip budaya Timur saat melontarkan kritik yaitu dengan mengedepankan etika dan adab. 

Politikus Partai Gerindra itu juga mengatakan, pemerintah menjamin kebebasan berpendapat bagi warga negara. 

Namun, dia kembali menekankan bahwa penyampaian kritik harus diikuti dengan cara yang arif serta menggunakan pilihan kata secara selektif. 

Prasetyo juga menyampaikan, pemerintah tidak tahu menahu siapa yang melakukan teror terhadap Tiyo. 

Diketahui sebelumnya, Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah memprotes kelalaian pemerintahan Presiden Prabowo dalam mencegah tragedi seorang anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Tiyo menerima pesan WhatsApp bernada ancaman penculikan dari nomor dengan kode Inggris empat hari setelah BEM mengkritik Prabowo. 

Selain ancaman penculikan, peneror juga mengirimkan pesan yang menuduh Tiyo sebagai agen asing dan mencari panggung.