Polisi Sahabat Pelajar: Kapolsek Pamarayan Rangkul Siswa SMPN 1 Pamarayan Jauhi Judol dan Kekerasan

Polisi Sahabat Pelajar: Kapolsek Pamarayan Rangkul Siswa SMPN 1 Pamarayan Jauhi Judol dan Kekerasan

Redaksi


SERANG, AkalinNews.com - Program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan terus menyentuh hingga pelosok sekolah.


Senin (26/10/2026) pukul 07.00 WIB, Kapolsek Pamarayan AKP Yusup Ependi hadir sebagai sahabat pelajar di Lapangan Upacara SMPN 1 Pamarayan. Ia bertindak sebagai pembina upacara bendera di hadapan ratusan siswa-siswi.


Kegiatan dihadiri Kapolsek Pamarayan, Bhabinkamtibmas Desa Pamarayan, Kepala Sekolah SMPN 1 Pamarayan, dewan guru dan staf, serta seluruh siswa-siswi SMPN 1 Pamarayan.


Dengan pendekatan humanis seperti seorang ayah, Kapolsek menyampaikan pesan yang menyentuh hati tentang tiga bahaya yang mengintai remaja masa kini.


"Assalamualaikum Wr. Wb. Adik-adik yang saya cintai dan banggakan. Usia SMP adalah masa emas untuk mengukir prestasi, bukan mengukir luka. Hari ini bapak ingin kalian ingat tiga musuh besar remaja, yaitu tawuran, bullying, dan judi online," ujar Kapolsek membuka amanat.


Inilah Tiga pesan Kapolsek Pamarayan :


Tawuran bukan solidaritas dan bukan lambang keren, tawuran adalah tindakan kriminal. Ujungnya hanya luka-luka, orang tua menangis, dan hukuman penjara. Jangan mudah terprovokasi ajakan kakak kelas atau sekolah lain di media sosial. Pulang sekolah langsung pulang.


Bullying tidak hanya memukul, tapi juga mengejek nama orang tua, mengucilkan teman, dan menghujat di media sosial. Korban bisa trauma mendalam, depresi, hingga takut sekolah. Pelaku bisa dijerat UU Perlindungan Anak. Jadikan sekolah tempat yang aman dan nyaman. Jika melihat teman dibully, jangan jadi penonton, bantulah atau laporkan ke guru.


Judi online dikemas seperti game yang menjanjikan uang instan, itu kebohongan. Judi online itu candu. Dampaknya siswa berani mencuri uang orang tua, menjual barang, terjerat utang, hingga putus sekolah. Tidak ada orang kaya karena judi online, yang ada hancurnya masa depan. Pelaku bisa dipidana UU ITE dan Pasal 427 KUHP Baru.


Di akhir amanat, Kapolsek berpesan penuh haru agar siswa menjadi generasi penerus yang membanggakan orang tua.


Adik-adik adalah calon pemimpin bangsa 10 hingga 20 tahun ke depan. Jangan hancurkan mimpi kalian dan harapan orang tua hanya karena kebodohan sesaat. Fokuslah belajar, ikuti kegiatan positif seperti Pramuka, olahraga, dan seni. Patuhi guru dan hormati orang tua, tutupnya.


Upacara berlangsung tertib, khidmat, dan penuh perhatian. Para siswa tampak serius menyimak setiap pesan yang disampaikan.


Melalui program Poldik ini, Polri membuktikan hadir bukan untuk menakuti, tapi untuk merangkul dan menjadi sahabat bagi pelajar sebagai bekal menuju masa depan yang cerah.