Isu Panas! Skandal SMPN 1 Baros: Material Lama Tak Diganti, Kini Diduga Ada Suap ke APH

Isu Panas! Skandal SMPN 1 Baros: Material Lama Tak Diganti, Kini Diduga Ada Suap ke APH

Redaksi


SERANG, AkalinNews.com -- Skandal revitalisasi SMP Negeri 1 Baros, Kabupaten Serang, Banten, memasuki babak baru yang lebih panas.


Setelah disorot soal anggaran miliaran diduga tak sesuai spek, material lama diduga tak diganti, dan baja ringan mangkrak di dua ruang kelas, kini mencuat dugaan adanya aliran dana dari pelaksana proyek kepada oknum Aparat Penegak Hukum (APH).


Beredar informasi di lapangan, adanya dugaan oknum APH menerima sejumlah uang dari pihak pelaksana proyek revitalisasi SMPN 1 Baros.


Dugaan ini muncul di tengah banyaknya kejanggalan proyek revitalisasi yang menggunakan uang negara miliaran rupiah tersebut.


Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan beberapa fakta mencengangkan:


Pertama, anggaran revitalisasi yang nilainya miliaran rupiah diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kualitas material yang terpasang diduga jauh di bawah standar.


Kedua, material lama diduga tidak diganti. Pihak pelaksana diduga hanya melakukan pengecatan ulang dan perbaikan kosmetik agar terlihat baru, padahal struktur lama yang sudah lapuk masih digunakan.


Ketiga, yang paling membahayakan, pengerjaan baja ringan di dua ruang kelas terlihat mangkrak dan terbengkalai. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan ratusan siswa dan guru yang beraktivitas di bawahnya.


Kini, di tengah sorotan tersebut, justru beredar kabar miring adanya upaya pengamanan kasus melalui dugaan pemberian uang kepada oknum APH.


"Informasinya begitu. Ada dugaan aliran dana dari pelaksana ke oknum APH agar kasus ini tidak naik dan tidak diperiksa. Ini informasi yang beredar di lapangan dan harus segera diusut oleh Propam Polda Banten dan Kejati Banten," ujar sumber terpercaya. Kamis, 15/10/26.


Aktivis Pendidikan dan Anti Korupsi Banten mengecam keras dugaan tersebut.


"Ini skandal ganda! Sudah korupsi proyek pendidikan, diduga suap APH pula! Kalau material lama tak diganti dan baja ringan mangkrak saja sudah jahat, apalagi kalau ditambah dugaan suap ke APH untuk bungkam kasus. Ini harus dibongkar total!" tegas aktivis.


Pihaknya mendesak Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan, Kajati Banten, serta Propam untuk segera melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menelusuri aliran dana dari rekening pelaksana proyek.


"Kami minta APH yang bersih untuk selidiki APH yang diduga nakal. Jangan sampai institusi hukum ternoda oleh oknum yang menerima uang haram dari proyek pendidikan. Siswa SMPN 1 Baros adalah korban!" pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, pihak sekolah, dan pelaksana proyek belum dapat dikonfirmasi.