Sungai Ciujung Kembali Menghitam dan Bau, Petani Tambak Terancam Gagal Panen

Sungai Ciujung Kembali Menghitam dan Bau, Petani Tambak Terancam Gagal Panen

Redaksi


SERANG, AkalinNews.comKondisi Sungai Ciujung di wilayah hilir Kabupaten Serang kembali disorot. Pada musim kemarau, air sungai yang melintasi Kecamatan Pontang, Tirtayasa, hingga Tanara tampak menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap.


Perubahan warna dan kualitas air tersebut dikeluhkan petani tambak serta nelayan. Mereka mengaku mengalami penurunan hasil usaha, bahkan gagal panen dalam beberapa bulan terakhir akibat kondisi sungai yang diduga tercemar.


Warga Kecamatan Tirtayasa dan Lebakwangi menyebut, saat debit air sungai surut, warna air berubah menjadi hitam pekat. Kondisi ini berbeda jauh dibanding musim hujan. Dampaknya langsung dirasakan pelaku usaha budidaya tambak dan penangkap ikan di muara.


“Beberapa bulan ini hasil tambak turun drastis. Banyak udang, bandeng yang mati. Kami duga karena air Ciujung yang menghitam masuk ke tambak saat pasang,” keluh salah seorang petani tambak di Tirtayasa.


Nelayan di muara juga mengeluhkan hasil tangkapan yang berkurang. Mereka khawatir jika kondisi ini berlanjut, mata pencaharian mereka terancam.


Sungai Ciujung merupakan salah satu sungai terpanjang di Banten yang melintasi wilayah industri dan permukiman padat. Pada musim kemarau, debit air menurun sehingga potensi konsentrasi pencemaran di hilir menjadi lebih tinggi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Serang maupun Balai Besar Wilayah Sungai BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian terkait penyebab pasti perubahan warna air dan hasil uji kualitas air terbaru.


Petani dan nelayan berharap pemerintah segera melakukan pengujian kualitas air, menelusuri sumber pencemaran, dan memberikan solusi agar usaha mereka bisa kembali normal. Mereka juga meminta sosialisasi jika air sungai memang tidak layak untuk budidaya.