Spbu Mojosongo Diduga Menjadi Surga Bagi Mafia BBM

Spbu Mojosongo Diduga Menjadi Surga Bagi Mafia BBM

Admin



BOYOLALI, AkalinNews.Com - berapa Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Jawa Tengah diduga Bekerjasama dengan mapia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis solar. Senin 23 Februari 2026 


Dibenarkan oleh sopir mobil bok L.300 yang tida mau namanya disebutkan, saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan, mobil tersebut milik bos berinisial tts."ini mobil pak titis bang, kakau saya hanya sebatas sopir sajah, bapa telpon ajah pengurusnya namanya Nala. Kata Sopir saat dikonfirmasi oleh wartawan di lokasi 


Sementara itu, Nala saat dikonfirmasin melalui telpon WhatsApp bernama membenarkan bahwa mobil tersebut milik bos berinisial TS."Saya hanya sebatas pengurus, kalu Armada yang sudah dimodifikasi Semuanya ada empat, semuanya mobil bok L.300 pak. Ujarnya 


Dari informasi yang dihimpun, Sabtu 21 Februari 2026, aksi para mafia BBM beraksi di dua Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) duanya : 

-- Spbu 44.573.11, yang berada di Jl. Nangka Gumulan, Gumulan, Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 

-- Spbu 4457308 jl Alternatif Boyolali - Klaten, Area Sawah/ Kebun, Manggis, Kec. Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 




Menurut seseorang berinisial D, salah satu mantan sopir (Mobil Heli) Bio Solar yang masuk ke tangki kendaraan disedot mengalir ke tangki muatan di dalam mobil box atau pun truck tersebut.


''Biasanya memiliki kapasitas hitungan ton BBM yang tersedot, sehari secara berulang pengisian bio solar bisa ratusan liter bahkan mencapai ribuan liter dengan barcode MyPertamina yang berbeda-beda," katanya. 


Setelah mengisi, mobil angkutan lansir BBM tersebut itu kemudian keluar dari SPBU untuk menghindari kecurigaan masyarakat. Selang beberapa menit kemudian, mobil tersebut masuk lagi ke SPBU untuk pengisian. 


Praktik seperti itu dilakukan berulang-ulang sampai tangki di belakang terkadang hingga penuh. Jika penuh, bisa mencapai ribuan liter. "Para pemain solar itu sudah nyambung ke oknum, jadi aman menjalankan usahanya," ujar sumber internal tim di lapangan, Senin, 27 Oktober 2025.