Rejang Lebong, AkalinNews.Com - Kekerasan brutal terjadi di areal perkebunan kopi Desa Talang Belitar, Kecamatan Sindang Dataran, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang petani, Ramli alias Kancil, menjadi korban pengeroyokan bersenjata tajam setelah konflik sepele soal semprotan pestisida.
Ironisnya, hingga kini para terduga pelaku masih bebas, sementara korban justru diamankan aparat.
Awal Mula: Masalah Semprotan Pestisida
Pagi itu Ramli sedang bekerja di kebunnya. Tiba-tiba tetangganya, Ridwan, datang dan langsung memukul Ramli tanpa peringatan.
Ridwan diduga marah karena semprotan pestisida mengenai dahan kopi di batas kebun mereka.
Tidak terima diserang, Ramli berniat melapor ke kepala desa. Namun langkahnya berubah menjadi tragedi berdarah.
Dihadang & Diserang Parang
Di tengah perjalanan, Ramli dihadang tiga orang keluarga Ridwan:
Sapari
Joni
Usman
Mereka membawa parang.
Ramli berusaha melarikan diri dan meninggalkan motor kebunnya. Namun ketiganya mengejar dan membacok korban.
✔ Kepala terluka
✔ Lengan terluka
✔ Korban terjatuh bersimbah darah
Dalam kondisi terdesak, Ramli melakukan perlawanan dan melukai salah satu penyerang.
Korban Menyerahkan Diri, Pelaku Masih Bebas
Setelah kejadian, Ramli menyerahkan diri ke Polsek Sindang Dataran dan kemudian dibawa ke Polres Rejang Lebong.
Keluarga korban mempertanyakan keadilan hukum.
“Korban dibacok, tapi pelaku masih berkeliaran. Ini tidak adil,” ujar pihak keluarga.
Pada Rabu (18/2/2026), keluarga melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Rejang Lebong dengan nomor: LP/B/48/II/2026/SPKT
Dugaan Pelanggaran Hukum Berat
Kasus ini diduga memenuhi unsur
⚖️ Kekerasan bersama di muka umum
⚖️ Penganiayaan berat dengan senjata tajam
⚖️ Pengeroyokan terencana
Publik Bertanya: Di Mana Keadilan?
Peristiwa ini memicu kemarahan warga. Banyak yang mempertanyakan:
❗ Mengapa korban diamankan lebih dulu?
❗ Mengapa pelaku belum ditahan?
❗ Apakah hukum berlaku adil bagi rakyat kecil?
Warga berharap aparat segera bertindak tegas agar konflik tidak meluas dan rasa keadilan tetap terjaga.
