Satbinmas Polres Serang Gelar Pelatihan Peningkatan Satkamling

Satbinmas Polres Serang Gelar Pelatihan Peningkatan Satkamling

Redaksi


SERANG - Memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, personel Satbinmas Polres Serang menggelar pelatihan peningkatan kemampuan satuan keamanan lingkungan (Satkamling) di Gedung Dharma Ksatria Polsek Cikande, Rabu (26/11/2025).

Pelatihan ini diikuti 48 para ketua dari Cikande, Pamarayan, Tanara, Carenang, Kopo, dan Jawilan. Program tersebut dirancang untuk memastikan anggota Satkamling memahami tugas, fungsi, serta prosedur keamanan berbasis masyarakat yang kini semakin diperkuat perannya.

Kasatbinmas AKP Surya Sabanusa mengatakan bahwa Satkamling merupakan ujung tombak keamanan lingkungan yang dibentuk oleh masyarakat dengan dukungan penuh dari Polri. Ia menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga.

“Dengan adanya Satkamling, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan mereka sendiri. Ini adalah bentuk partisipasi swakarsa yang berkelanjutan dan sangat kita dorong,” ujar Kasatbinmas.

Ia menjelaskan, fungsi utama Satkamling atau yang sebelumnya dikenal dengan Siskamling adalah menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif melalui keterlibatan masyarakat secara langsung. Ketua Satkamling dipilih melalui musyawarah warga dan berada di bawah koordinasi RT/RW, pemerintah desa, serta Bhabinkamtibmas.

Pelaksanaan kegiatan Satkamling dilakukan secara bergiliran oleh warga dengan melakukan patroli keliling, mengamati situasi lingkungan, hingga memberikan peringatan dini seperti membunyikan kentongan apabila terjadi kondisi berbahaya, seperti kebakaran, pencurian, atau bencana lainnya.

“Segala bentuk gangguan keamanan segera dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau melalui layanan Call Center 110 agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” tambah Surya.

Dalam pelatihan tersebut, petugas Satkamling juga dibekali alat bantu pengamanan seperti borgol dan tongkat, yang penggunaannya harus sesuai prosedur dan tidak boleh disalahgunakan. Materi teknik dasar penggunaan tongkat, perlindungan diri, hingga prosedur pemasangan dan pelepasan borgol turut diberikan.

Selain itu, peserta mendapat penekanan mengenai tindakan pengamanan terhadap pelaku kejahatan, termasuk teknik pengendalian dan pengawalan pelaku secara aman tanpa tindakan berlebihan. Etika kemanusiaan dan koordinasi wajib dengan pihak kepolisian menjadi poin penting dalam pelatihan ini.

“Satkamling harus selalu menjunjung etika kemanusiaan dalam bertindak. Kita ingin keamanan terjaga, tetapi tetap mengedepankan profesionalitas dan sikap yang tidak berlebihan,” tegas Surya Sabanusa.