SERANG - Proyek siluman tanpa PIP dan melanggar SOP, dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi di lokasi saluran air yang terletak di area pinggir rel kereta api jalur catang-rangkas bitung. saat di amati diduga teknis proyek irigasi cetak beton ini tanpa mengikuti setandar operasional prosedur (SOP).
Pasalnya, lokasi yang masih berair dan lumpur tanpa pengeringan terlebih dahulu, penuangan coran langsung di lakukan dan selain itu cetakan beton saluran air (U,ditch) yang sudah jadi lebih tinggi daripada badan jalan, di perkirakan 30-40 cm dari permukaan jalan.
Saat di lokasi, seorang mandor menjelaskan teknis seperti itu tidak masalah beton tetap akan mengeras sempurna, kalau untuk konfirmasi lebih jelasnya ke pak yuda saja pak, ada di warung sanah di ujung, sambil menunjuk ke sebuah warung di ujung proyek dekat pintu kereta.
Saat di hubungi Via whatsap, Yuda menjawab,"Waalaikumsalam, kita hanya tau kerjaannya saja pak. Waskita yang punya wewenang," ujarnya.
Bukan hanya itu, Yuda mengarahkan kepada Waskita soal teknis dan mekanisme pelaksanan kegiatan itu.
Tim media saat di lokasi proyek, menemui Yuda di sebuah warung. Namun sangat di sayangkan saat di konfirmasi, yuda beranjak pergi sambil mengatakan, langsung ke waskita saja, ujarnya sama seperti keterangannya di whatsap, Yuda enggan memberikan tanggapan dan komentar apapun tentang adanya dugaan pekerjaan yang tidak sesuai standar.
Selain itu proyek irigasi yang diduga tidak sesuai spek ini, karna minimnya pengawasan, hingga dalam pelaksanaannya diduga alas-asalan, bagaimana akan terjamin kualitas pengecoran beton di lokasi yang tergenang air atau becek tanpa penanganan yang tepat, yang dapat menyebabkan beberapa masalah serius di antaranya bisa mengurangi kekuatan daya tahan struktur beton atau penurunan kualitas beton.
Sementara belum di ketahui pasti dari instansi mana proyek ini berasal, karna saat awak media di lokasi tidak di temukan papan informasi proyek (PIP), yang jelas dari pemerintah untuk rakyat hasil dari pajak rakyat, namun pengerjaanya diduga asal jadi, adapun pihak pelaksana bernama Yuda saat mau di konfirmasi malah pergi dan terkesan melempar ke pihak lain (waskita).
