SERANG, – Sebuah insiden kerja serius mengguncang fasilitas peleburan baja PT Gunung Mulia Steel di Serang, Banten, pada Sabtu (11/11/2025) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Kecelakaan ini mengakibatkan empat orang pekerja mengalami luka bakar parah dan menuai kritik akibat minimnya pendampingan dari manajemen perusahaan terhadap korban.
Di lansir dari Liputan45.com , Keempat korban yang bertugas di bagian peleburan tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang, untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi korban yang cukup kritis dikabarkan akan segera menjalani operasi.
Namun, yang menjadi sorotan adalah dugaan pengabaian tanggung jawab perusahaan. Menurut informasi dari sumber di lapangan, para korban hanya diantar oleh supir perusahaan ke rumah sakit tanpa didampingi oleh perwakilan manajemen.
“Semua korban hanya diantar oleh supir perusahaan dan tidak di tunggu (oleh perwakilan manajemen),” ungkap sumber di lapangan.
Keempat pekerja yang menjadi korban diidentifikasi sebagai Rasiman, Raksasa, Ali Akbar, dan Murtani.
Seorang rekan kerja, Madsari, menuturkan kecelakaan terjadi saat proses peleburan baja berlangsung. Ia mengaku mendengar suara ledakan keras yang berasal dari area produksi.
Keluarga korban pun menyatakan kekecewaannya. Ibu Mariam Ultah, istri dari salah satu korban, Rasiman, menyatakan hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun perwakilan manajemen PT Gunung Mulia Steel yang datang untuk memberikan kejelasan atau pendampingan.
"Sampai saat ini belum ada manajemen yang datang. Mereka masih bingung untuk kejelasan nasib keluarganya dan menuntut kejelasan dari manajemen," ujar Ibu Mariam.
Insiden ini kembali menyoroti penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan tersebut. Seorang karyawan yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa lingkungan kerja di PT Gunung Mulia Steel dinilai "jauh dari standar K3."
Merespon hal ini, publik mendesak Pemerintah, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja setempat, untuk segera turun tangan. Tuntutannya adalah mengusut tuntas penyebab ledakan dan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap implementasi sistem K3 di PT Gunung Mulia Steel guna menjamin hak dan keselamatan pekerja di masa depan.
Hingga saat ini, pihak manajemen PT Gunung Mulia Steel belum memberikan konfirmasi atau tanggapan resmi terkait insiden ini. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi.
