Memprihatinkan Dua Anak Yatim di Kragilan Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Tagline "Serang Bahagia" Sedang Diuji

Memprihatinkan Dua Anak Yatim di Kragilan Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Tagline "Serang Bahagia" Sedang Diuji

Redaksi


SERANG, Akalinnews.com23 JUNI 2026 – Kontras. Di tengah gaung tagline "Serang Bahagia" yang digaungkan Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, kondisi rumah anak yatim piatu di Kp. Pabuaran Jati RT 01/01, Desa Kramat Jati, Kec. Kragilan masih memprihatinkan.


Tagline itu indah: "Serang Bahagia". Diucapkan Bupati Hj. Ratu Rachmatuzakiyah di setiap panggung. 


Tapi 23 Juni 2026, di Kp. Pabuaran Jati Kragilan, tagline itu diuji. Atap bocor. Dinding retak. Anak yatim piatu tidur di bawah langit-langit yang kapan saja bisa runtuh.


Bahagia itu bukan cuma seremoni. Bahagia itu ketika anak yatim nggak kehujanan di rumahnya sendiri.


Warga sudah bergerak. Tinggal giliran negara hadir. Jangan sampai "Serang Bahagia" hanya jadi kata di spanduk, sementara di Kragilan masih ada tetes air mata di bawah atap bocor.


Atap sebagian rusak, dinding retak, struktur bangunan dinilai tidak layak huni. Anak-anak penghuni rumah tersebut tinggal dalam kondisi yang jauh dari kata "bahagia".


Warga bersama pengurus setempat bergotong royong menggalang renovasi agar tempat tinggal anak yatim ini aman dan layak.


"Rumah ini dihuni anak yatim piatu. Kondisinya sudah tidak layak. Kami berharap ada perhatian agar Serang benar-benar bahagia untuk semua," ujar warga setempat.


Pemerintah Desa Kramat Jati dan Pemkab Serang diharapkan hadir memfasilitasi bantuan, agar tagline "Serang Bahagia" benar-benar dirasakan hingga ke rumah-rumah paling rentan.


Hingga berita ini diterbitkan pihak terkait, Pemerintah Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Dinsos Kabupaten Serang, belum terkonfirmasi wartawan.