Dani Hamdani: Masyarakat Harus Berani Mengawasi Pemimpin Yang Menyimpang

Dani Hamdani: Masyarakat Harus Berani Mengawasi Pemimpin Yang Menyimpang

Redaksi

Aktivis 98 Soroti Anggaran, Lingkungan & Desak APH Tindak Tegas Pejabat Nakal

SERANG, AkalinNews.com Aktivis 98 Dani Hamdani menyatakan akan lebih gencar mengkritisi jalannya pemerintahan yang dinilai "merasa berkuasa" namun kurang peduli terhadap kepentingan masyarakat. Ia menekankan, pemimpin dipilih untuk mengabdi, bukan memperkaya diri.


Menurut Dani, jabatan publik adalah amanah rakyat. Karena itu, pemimpin wajib punya rasa tanggung jawab dan malu jika gagal menjalankan tugas.


"Seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat seharusnya memiliki rasa tanggung jawab dan malu apabila tidak mampu menjalankan amanah dengan baik. Jabatan bukanlah alat untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu," ujar Dani Hamdani saat dikonfirmasi, Sabtu 31/05/2026.


Desak Transparansi Anggaran & Lingkungan

Dani menyoroti 3 isu utama: kejujuran, transparansi anggaran, dan kerusakan lingkungan. Ia menilai masyarakat kini sudah lebih kritis dan menuntut pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat.


"Masyarakat saat ini sudah semakin sadar bahwa seorang pemimpin harus jujur, transparan, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat," katanya.


Ia juga menyinggung soal lingkungan hidup yang disebut sebagai warisan generasi mendatang. Masyarakat, kata dia, tidak boleh diam saat melihat penyimpangan atau perusakan alam yang merugikan kepentingan publik.


"Lingkungan hidup merupakan warisan yang harus dijaga. Masyarakat tidak boleh diam ketika melihat adanya penyimpangan, kerusakan lingkungan, maupun tindakan yang merugikan kepentingan rakyat," tegasnya.


Minta APH & Dinas Tak Abaikan Laporan  

Dani juga melayangkan desakan kepada dinas terkait dan aparat penegak hukum APH agar tidak mengabaikan setiap laporan masyarakat. Laporan yang disertai data, fakta, dan bukti, kata dia, harus ditindaklanjuti secara profesional sampai tuntas.


"Setiap dugaan penyimpangan harus diusut secara serius agar memberikan efek jera kepada para pemimpin atau pejabat yang nakal dan menyalahgunakan kewenangannya," pintanya.


Ia menutup dengan seruan agar masyarakat berani bersikap tegas terhadap pemimpin yang menyalahgunakan amanah, melakukan korupsi, atau merusak lingkungan. 


"Sikap kritis, berani, dan tegas dari masyarakat sangat diperlukan agar tercipta pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab, dan berpihak kepada kepentingan publik," pungkas Dani.