Hasil Sidak Polsek Panongan di Gudang Eksportir BBM Rancaiyuh, Masih Belum Meredam Curiga

Hasil Sidak Polsek Panongan di Gudang Eksportir BBM Rancaiyuh, Masih Belum Meredam Curiga

Redaksi

Foto kiriman Humas Polresta Tangerang, Sidak Polsek Panongan di Gudang Eksportir BBM Rancaiyuh 


TANGERANG, AkalinNews.comTiga kali turun, hasilnya tetap sama: nihil. Itu kesimpulan Polsek Panongan Polresta Tangerang setelah memeriksa dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di sebuah gudang eksportir Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan. Tapi kesimpulan itu belum meredam curiga warga.


Kapolsek Panongan Iptu Irruandy Aritonang membenarkan, pemeriksaan terakhir dilakukan Minggu 31/05/2026. Sebelumnya petugas juga sudah dua kali mendatangi lokasi usaha yang dilaporkan warga.


“Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas tidak menemukan adanya praktik penyalahgunaan BBM subsidi. Lokasi difungsikan sebagai pool kendaraan milik perusahaan transportir BBM berizin,” kata Iptu Irruandy.


Iptu Irruandy menegaskan pintu Polsek tetap terbuka. “Kalau ada bukti baru, data baru, silakan laporkan. Kami dalami lagi sesuai SOP. Kami juga minta warga jangan main vonis dulu,” tegasnya.


Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Muhammad Andi Indra Waspada menegaskan pihaknya berkomitmen akan memberantas praktik dugaan peredaran obat keras dan penyalahgunaan atau penimbunan BBM solar subsidi di wilayah hukumnya.


"Terima Kasih Infonya Ya Mas Pantau Perkembangannya Mas Saya Komitmen Berantas Peredaran Obat Keras Dan Narkoba Termasuk Juga Penimbuman BBM Subsidi," kata Kombes Andi saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat Whatsap pada Minggu, 31/05/26.


Diwaktu yang berada, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea mengatakan dengan singkatnya kepada wartawan.

"Gasssss," kata Maruli melalui chat Whatsap. Pada, Minggu, 31/05/26.


Kami Apresiasi, Tapi Butuh Bukti

Pernyataan “aman” dari polisi justru memicu tanda tanya baru di sekitar Rancaiyuh. Salah satu warga mengaku jam keluar-masuk truk tangki dini hari masih jadi ganjalan.


“Kami nggak nuduh. Kami cuma minta dibuka seterang-terangnya. Hasil cek izin, volume BBM, rekaman CCTV kalau ada. Biar warga nggak berspekulasi liar,” ujar warga Desa Rancaiyuh yang tidak mau disebutkan namanya.


Warga lain berharap ada rilis tertulis hasil pemeriksaan dan konfirmasi Pertamina. “Kalau memang bersih, buktikan datanya. Kalau ada yang salah, tindak. Itu yang warga mau,” kata warga lain yang minta identitas dirahasiakan.


Bola Panas ke Pertamina dan Pengelola


Hingga berita ini ditayangkan, redaksi AkalinNews.com belum mendapat keterangan resmi dari pengelola usaha. Upaya konfirmasi via nomor tertera belum direspons. Pertamina Patra Niaga Regional Banten juga belum buka suara.


Polemik ini menunjukkan satu hal: laporan warga sudah ditindaklanjuti, pemeriksaan sudah selesai. Tapi soal kepercayaan publik, babak baru baru dimulai.