Laporan Mastura ke Satreskrim Polres Serang Soal Pengeroyokan Masih Tahap Penyelidikan

Laporan Mastura ke Satreskrim Polres Serang Soal Pengeroyokan Masih Tahap Penyelidikan

Redaksi

Foto - Ilustrasi 

SERANG - Laporan Mastura ke Polres Serang soal penganiayaan dan pengeroyokan yang dialaminya masih proses tahap penyelidikan. Peristiwa naas itu terjadi di PT. Miranila Abadi yang berlokasi di Jl. Raya Modern Industri, Nambo Ilir, Kec. Kibin, Kabupaten Serang.


Hal itu diperkuat oleh hasil konfirmasi penyidik Pidum Satreskrim Polres Serang. "Untuk progres perkaranya masih dalam penyelidikan, lebih lanjut bisa tanya ke pak tura atau rekannya kang ilham," kata Penyidik.


Sebelumnya, Mastura telah melaporkan Sugriwa Dkk salah satunya adalah nama Wandil yang menjadi salah satu terlapor dalam insiden pengeroyokan itu. 


Berbagai upaya telah ditempuh Sugriwa CS untuk mengajak damai Mastura. Salah satunya adalah Dua orang tokoh dari kecamatan Bandung dan dari Kecamatan Cikande untuk membujuk Mastura agar menyetujui perdamaian itu.


"Ya pak banyak yang ngubungi saya, terutama H. Nasrudin dari Kecamatan Bandung, untuk mediasi," ujar Mastura.


Tak hanya itu, pada Jum'at 26 Desember 2025 beredar informasi bahwa pihak terlapor (Sugriwa alias Bos Beling berniat untuk musyawarah dengan Mastura di Polres Serang. 


"Ya kang tidak sekarang ke Polres Serang nya, saya belum ada duit buat bensinnya. Padahal kita mau musyawarah di Polres Serang dengan Sugriwa," kata Mastura.


Perkara itu ditangani oleh Polres Serang, Polda Banten, laporan diterima penyidik Jatanras Satreskrim Polres Serang pada, Sabtu, 15/11/ 25. Dengan nomer LAPDU 411/XI/2025 Satreskrim Polres Serang Polda Banten pasal yang tetapkan penyidik 170 KUH Pidana tentang pengeroyokan.


Operasi penegakan hukum yang dilakukan Polri secara rutin dengan menggelar operasi seperti Pekat dan razia di wilayah rawan untuk menindak tegas pelaku dan menertibkan aksi premanisme, belum maksimal faktanya, di kawasan industri modern cikande Kabupaten Serang masih marak aksi premanisme yang membuat resah warga dan para pengusaha di Kawasan Industri Modern Cikande itu, contoh kecil yang kini dirasakan oleh Mastura seorang satpam PT. Miranila Abadi yang dianiaya dan dikeroyok oleh Sugriwa Dkk.