JAKARTA, AkalinNews.com -- Sejarah emas Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi terukir. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Polri, pucuk pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara dijabat oleh Putra Asli Banten. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri ke-26 oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Detik-detik pelantikan berlangsung khidmat dan penuh haru. Dalam satu hari yang bersejarah, proses berjalan kilat dan mulus. Pagi menjalani Fit and Proper Test di Komisi III DPR RI, siang disetujui secara aklamasi, sore langsung disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Puan Maharani, dan petang hari langsung dilantik Presiden Prabowo sekaligus menerima kenaikan pangkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi Bintang Empat.
Momen ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Banten, Tanah Jawara yang selama ini dikenal sebagai tanah para pendekar, ulama, dan pejuang.
JEJAK PANJANG SANG RESERSE SEJATI
Jenderal Suyudi Ario Seto bukanlah sosok karbitan. Lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973, ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 yang menempa diri dari bawah.
Kariernya ditempa di kawah candradimuka Reserse, yang menjadikannya salah satu penyidik terbaik yang dimiliki Polri:
Awal Pengabdian di Ibu Kota: Mengawali karier sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, kemudian dipercaya sebagai Kapolsek Pasar Minggu, Kapolsek Tanah Abang, Kapolsek Penjaringan, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Tangerang Kota, dan Polres Metro Jakarta Barat.
Pemimpin Wilayah yang Dicintai: Pernah menjadi Kapolres Majalengka (2014-2015), Kapolres Bogor (2015-2016), Kapolresta Bogor Kota (2016-2017), dan Kapolres Metro Jakarta Pusat. Di setiap wilayah, ia dikenal dekat dengan masyarakat dan tegas dalam penegakan hukum.
Otak di Bareskrim Polri: Dipercaya sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Wakil Direktur Tindak Pidana Siber, dan Penyidik Tindak Pidana Utama Bareskrim Polri. Puncaknya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2019.
Jenderal Bintang Dua dan Tiga: Wakapolda Metro Jaya (2023-2024), Kapolda Banten (2024-2025), hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025.
PRESTASI MONCER DI BNN, SITA 4 TON SABU
Saat memimpin BNN, Jenderal Suyudi menunjukkan taringnya sebagai pemburu bandar narkoba. Dalam waktu singkat, ia berhasil mengungkap 773 kasus narkotika, menangkap 1.214 tersangka, menyita 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, 1,2 ton ketamin, 474 ribu butir ekstasi, dan membongkar 6 kasus pencucian uang hasil narkotika senilai Rp144,19 Miliar.
Salah satu kasus paling fenomenal adalah pengungkapan penyelundupan 2 ton sabu jaringan internasional senilai Rp5 Triliun dan penangkapan buronan internasional Dewi Astutik alias Mami pada Desember 2025.
POLA EMAS: KAPOLDA BANTEN JADI KAPOLRI
Ada pola emas yang menarik. Jenderal Suyudi mengulang jejak pendahulunya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keduanya sama-sama pernah menjabat sebagai Kapolda Banten sebelum akhirnya dipercaya menjadi Kapolri. Jika Jenderal Listyo menjadi Kapolda Banten pada 2016 dan menjadi Kapolri 2021, kini Jenderal Suyudi menjadi Kapolda Banten 2024-2025 dan menjadi Kapolri 2026. Banten terbukti menjadi kawah candradimuka lahirnya para pemimpin Polri masa depan.
DARI COVER BOY 1988 HINGGA JAWARA DEBUS
Sisi lain Jenderal Suyudi yang membuat publik kagum adalah sisi humanisnya. Siapa sangka, di balik ketegasannya sebagai reserse, ia pernah menjadi Semifinalis Cover Boy Majalah Mode tahun 1988 saat masih duduk di bangku SMPN 70 Jakarta.
Dan saat menjabat Kapolda Banten, ia pernah melakukan atraksi Debus Jawara yang viral, membengkokkan golok dengan belakang kepala, sebagai simbol bahwa seorang polisi harus memiliki mental jawara, fisik yang kuat, dan keberanian luar biasa dalam melindungi masyarakat.
VISI BARU: POLRI BERSAMA MASYARAKAT
Dalam pidato perdananya, Jenderal Suyudi mengusung visi besar POLRI BERSAMA MASYARAKAT. Ia menyoroti keras fenomena No Viral No Justice yang meresahkan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi laporan masyarakat yang diabaikan hanya karena tidak viral.
Ia berjanji akan mewujudkan Polri yang humanis, pelayanan publik yang bersih dari pungli dan transaksional, penegakan hukum yang adil dan transparan, serta Polri yang cepat hadir memberikan solusi di tengah kesulitan rakyat.
Dari Tanah Jawara untuk Indonesia. Dari Pandeglang untuk Nusantara. Selamat bertugas Jenderal Suyudi Ario Seto. Sejarah telah mencatat namamu sebagai Kapolri pertama dari Banten, dan harapan besar bangsa kini ada di pundakmu.
